Selasa, 08 Oktober 2013

Roti Goreng Kepang

Nyontek resep dari Mba Diah Didi, makanan masa kecil, sudah lama ga makan roti goreng kepang isi pisang ini, rasanya nostalgia sekali. Bangga juga bisa membuat sendiri. Walau hasilnya belum secantik buatan Mba Diah Didi, untuk soal rasa ga kalah deh kayaknya (hihihi kepedean ini mah)

Ini penampakan sebelum masuk wajan, masih belum rapih menjalin kepangannya. Ini hasil uji coba ke dua kali, yang pertama hancur lebur, kepangannya lepas semua.

Walau masih ada yang lepas kepangannya, ini buat saya sudah termasuk sukses, hihihi yang pertama sukses hancurnya, kalau ini masih ada beberapa yang berhasil mengepang dengan baik :)

Masih harus belajar lagi, biar hasilnya cantik seperti yang Mba Diah Didi buat :)

Brownies Kukus Putih Telur

Hasil browsing lihat di salah satu blog (lupa tidak mencatat pemilik blognya, awal-awal belum mengerti, kalau sekarang Insya Allah sudah mencatat resep dan menuliskan juga pemilik blognya, mohon maaf untuk yang punya blog, resepnya saya uji coba ya, terima kasih)

BROWNIES KUKUS PUTIH TELUR


 

Rainbow Kukus

Zahra meminta dibuatkan rainbow cake,cari resep yang mudah, ketemu dan langsung eksekusi ini penampakannya
 Awalnya mau di kukus satu warna kemudian ditambah warna berikutnya, karena malas menunggu, dan kepedean tidak akan tercampur walau di kukus berbarengan. Hasilnya malah jadi seperti ini, warnanya bercampur. Alhasil Zahra protes. Sampai saat ini belum dicoba lagi membuat sesuai permintaan.
Untuk rasa, enak dan lembut sekali


Donat Kentang


Belajar exsis mamerin hasil masak, ini yang ambil gambar Zahra, diambil di belakang rumah, Alhamdulillah buat saya sudah terlihat bagus. Tentunya belum bisa disamakan dengan yang sudah ahli :)





 



Memasak Perlu Keahlian Khusus?

Awalnya Saya paling anti masuk dapur, kalaupun bantu-bantu mama, ya cuma bantu motong-motong sayuran. Nama-nama penghuni dapur saja tidak  hapal. Paling tidak peduli deh sama urusan dapur. Hanya saja kalau menjelang lebaran, mau tidak mau harus bantu mama bikin kue kering. Kalau tidak mau, siap-siap saja kena omelan.

Sejak kuliah di Bandung dan terpaksa kost, akhirnya lama-lama terbiasa masuk dapur. Walau diawali hanya dengan memasak air, telur ceplok, serta mie instant (kalau ini jarang-jarang). Terkadang masak bareng dengan teman-teman satu kost.

Ada teman kost bernama K Sri asli orang Bangka, dan jago banget masak masakan khas daerah Bangka, menyesal dulu tidak pernah belajar dari K Sri (sekarang entah di mana keberadaannya, sudah lost kontak).
Di kostan inilah, dari K Sri dan Rita akhirnya tahu cara memasak sedikit demi sedikit.

Memasak perlu keahlian khusus? Tentunya tidak, ternyata hanya butuh kemauan, keinginan, dan keberanian untuk mencoba. Tak takut untuk berkreasi dan belajar dari teman-teman yang tentunya lebih berpengalaman. Tentunya terus belajar, mencoba, dan berkreasilah yang akan membuat kita akan semakin mahir dan akan menjadi ratu di dapur kita sendiri :)

Semangat belajar dan berkreasi teman!