Selasa, 08 Oktober 2013

Memasak Perlu Keahlian Khusus?

Awalnya Saya paling anti masuk dapur, kalaupun bantu-bantu mama, ya cuma bantu motong-motong sayuran. Nama-nama penghuni dapur saja tidak  hapal. Paling tidak peduli deh sama urusan dapur. Hanya saja kalau menjelang lebaran, mau tidak mau harus bantu mama bikin kue kering. Kalau tidak mau, siap-siap saja kena omelan.

Sejak kuliah di Bandung dan terpaksa kost, akhirnya lama-lama terbiasa masuk dapur. Walau diawali hanya dengan memasak air, telur ceplok, serta mie instant (kalau ini jarang-jarang). Terkadang masak bareng dengan teman-teman satu kost.

Ada teman kost bernama K Sri asli orang Bangka, dan jago banget masak masakan khas daerah Bangka, menyesal dulu tidak pernah belajar dari K Sri (sekarang entah di mana keberadaannya, sudah lost kontak).
Di kostan inilah, dari K Sri dan Rita akhirnya tahu cara memasak sedikit demi sedikit.

Memasak perlu keahlian khusus? Tentunya tidak, ternyata hanya butuh kemauan, keinginan, dan keberanian untuk mencoba. Tak takut untuk berkreasi dan belajar dari teman-teman yang tentunya lebih berpengalaman. Tentunya terus belajar, mencoba, dan berkreasilah yang akan membuat kita akan semakin mahir dan akan menjadi ratu di dapur kita sendiri :)

Semangat belajar dan berkreasi teman!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar